Mengenal Perbedaan Pinjaman Dana Online Cepat Cair Fintech dan Bank

pinjaman online cepat

Ada banyak sekali tuntutan hidup di era modern seperti sekarang ini yang membuat masyarakat juga harus bekerja keras untuk bisa memenuhinya. Bahkan tak jarang diantaranya yang sampai harus berhutang atau mengajukan pinjaman untuk menunjang kebutuhan hidup. Diantaranya adalah dengan datang ke bank dan memilih mengambil produk keuangan yang ditawarkan oleh lembaga tersebut. Karena memang tidak dapat dipungkiri jika seandainya pilihan produk pinjaman perbankan juga ada banyak sekali. Bahkan sekarang ini juga sudah hadir produk baru seperti pinjaman online cepat.

Berbicara mengenai produk pinjaman sendiri prinsipnya memang ada 2 jenis, yaitu yang menyertakan adanya jaminan atau agunan. Sedangkan satu lagi diantaranya adalah produk yang tidak perlu menyertakan adanya agunan atau jaminan ini yang lebih populer disebut sebagai KTA. Produk yang satu ini cenderung lebih banyak dilirik oleh masyarakat. Karena memang tanpa harus menyertakan adanya barang jaminan, maka nantinya Anda sudah bisa mendapatkan uang pinjaman, disinilah nilai plus atau keunggulannya.

Belakangan bukan hanya bank saja, melainkan juga banyak lembaga keuangan non bank yang menawarkan produk tersebut secara online, sehingga nantinya menjamin kemudahan bagi masyarakat di dalam apply atau mengajukan pinjaman. Lalu sebenarnya apa sajakah yang membedakan antara keduanya? Berikut ini yang patut Anda ketahui, yaitu:

  1. Syarat, untuk bisa mendapatkan produk pinjaman tersebut memang setiap lembaga akan memberikan syarat kepada calon debiturnya. Hanya saja baik itu dari bank maupun fintech, nyatanya keduanya menawarkan syarat yang berbeda. Dimana tak dapat dipungkiri untuk fintech sendiri terbilang lebih melonggarkan persyaratan yang dimiliki. Sehingga nantinya calon debitur diberikan kemudahan untuk bisa apply produk kesana dibandingkan dengan bank yang syaratnya banyak juga agar rumit.
  2. Proses, ada serangkaian proses yang akan dilakukan oleh pihak bank untuk menganalisis apakah nantinya calon debitur tersebut layak untuk diberikan pinjaman ataukah tidak. Hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan bisa sampai lebih dari seminggu. Agak berbeda dengan fintech yang syaratnya lebih mudah, sehingga prosedurnya terbilang lebih cepat.
  3. Suku bunga, perbedaan yang lainnya adalah dari segi suku bunga yang dikenakan oleh kedua lembaga tersebut. Bukan sebuah rahasia lagi jika bank menawarkan suku bunga relatif kecil untuk setiap produk keuangan yang mereka tawarkan. Berbeda halnya dengan fintech, karena jika dibandingkan penawaran suku bunga mereka cukup besar. Bahkan ada yang nilainya mencapai 50 persen dari total uang pinjaman tersebut.
  4. Langkah apply, cara mengajukan antara keduanya sudah pasti berbeda, karena bank masih mengandalkan langkah konvensional, dengan menyertakan adanya berkas-berkas yang dilampirkan dan dimasukkan ke lembaga tersebut. Sedangkan tidak dengan fintech yang semuanya sudah berbasis teknologi. Sehingga langkah applynya juga kian mudah, karena mulai dari form dapat diisi secara online. Begitu juga untuk lampiran yang menyertainya bisa dalam bentuk digital dan tak perlu repot datang ke lembaga tersebut.
  5. Plafon pinjaman dan tenor, bank sendiri menawarkan plafon pinjaman KTA dengan nominal begitu besar mencapai 200 juta rupiah, sehingga tenor yang menyertainya juga panjang. Berbeda dengan fintech yang plafonnya lebih kecil maksimal sampai 10 juta rupiah saja, itulah mengapa tenor yang diberikan juga relatif pendek.

Karena kemudahan yang ditawarkan masyarakat memang lebih senang ambil pinjaman dana online cepat cair. Namun pastikan pilih penerbit yang sudah terpercaya layaknya Maucash.